Diambil dari film berjudul “Pay it forward”. Berkisah seorang pria pengangguran bernama Calvin, masuk ke dalam sebuah barber shop, ketika dia duduk dia langsung mengatakan kalau dia tidak punya uang yang cukup, barber ini tidak masalah jika Calvin tidak punya uang yang cukup. Dia pun segera menggunting rambut Calvin yang urakan. Dan Calvin pun menjadi seorang pria yang lebih rapi, Calvin pun bahagia. Bahkan dia lupa dengan tampangnya yang seperti ini. Dia pun membayarkan dengan uang yang dia punya. Namun barber ini tahu bahwa Calvin lebih membutuhkan uang tersebut. Calvin pun lebih merasakan syukur, karena kebetulan di hari itu, dia mau interview kerja. Mendengarkan hal itu, barber pun menyuruh Calvin mandi dan juga memberikan pakaian yang layak untuk Calvin pakai. Calvin pun bersikeras mau memberikan uang nya pada barber, namun barber ini menyuruh Calvin “Pay it forward” atau meneruskan kebaikan ini kepada orang lain.
Berangkat dari situ, Calvin mendapatkan pekerjaan sebagai asisten. Hidupnya membaik, dia juga belajar tentang dunia Real Estate dan banyak menjual properti. Singkatnya 20 tahun berlalu, barber itu menunggak pembayaran sewa ruko, seorang polisi pun datang memberikan surat pengusiran karena properti ini sudah dibeli oleh orang lain. Tidak lama setelahnya datanglah seorang pria kaya yang menyuruh si barber untuk tetap tinggal. Ternyata pria ini adalah Calvin, dan selang 20 tahun berlalu Calvin masih ingat dengan barber ini.
“20 tahun yang lalu, kau memberikanku potongan gratis, kau bilang kebaikan yang di tanam di dunia ini akan selalu kembali padamu.” “Ya Tuhan, aku tidak tahu bagaimana cara membayarnya.” “Tidak perlu, hanya saja jangan berhenti untuk “pay it forward”.”